berbagi-itu-indah-dan-menyenangkan

09 Oktober, 2010

Membuat Badge FB

Facebook adalah sebuah situs jejaring yang sangat besar saat ini. Nah terkadang bagaimana agar ada orang yang ingin langsung meng add kita sewaktu dia berkunjung ke website kita atau blog. Yaitu cara nya kita harus membuat sebuah shortcut ke facebook kita dengan meletakkan badge facebook di website atau kblog kita.


Cara membuatnnyapun cukuplah mudah.
1.Anda cukup login ke facebook anda lalu masuk ke profile.
2.Lalu perhatikan dihalaman sebelah kiri bawah ada tulisan "buat lencana profil".
3.Klik tulisan tersebut nanti anda akan menemukan script dibawah tulisan "Salin kode berikut dan tempelkan pada situs web Anda"
4.Copas script tersebut ke web atau blog.

Untuk di blogspot.

1.Klik tab rancangan
2.Klik Tambah Gadget
3.Klik "Html/javascript"
4.Copas script tersebut lalu simpan/save.
5.Reload/refresh website atau blog kamu.

Bobol Bank Permata Miliaran Rupiah

Bank Permata dibobol miliaran rupiah oleh seorang ahli information technology (IT) berinisial Ric.Pembobolan dilakukan melalui transaksi "bisnis gesek" mesin EDC (electronic data capture) yang dipasang di toko pertanian milik US dan toko handphone milik ED. Akibatnya, US dan ED harusberurusan dengan hukum, sementara Ric sampai saat ini masih buron.

Dalam sidang perkara pidana yang dipimpin Hakim Agus Suwargi di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jln. L.L.R.E. Martadinata, Senin (27/9), terungkap, ED dan US yang diperdaya Ric terancam hukuman 12 tahun penjara. Keduanya dijerat undang-undang pencucian uang (money laundry).








"Dakwaannya berlapis, mulai dari undang-undang pencucian uang, kejahatan teknologi informasi, serta pencucian dan penggelapan uang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Vera Kermit kepada wartawan seusai sidang.


Ia menjelaskan, kasus ini bermula dari penawaran Ric kepada pemilik toko TP di Jln. Soekarno-Hatta, US, dan toko handphone di ITC Kebon Kalapa, ED, akan sebuah bisnis yang disebut Ric dengan istilah bisnis gesek. US dan Ed dihubungi Ric secara terpisah.

Dalam penawaran bisnis tersebut, Ric meminta US dan ED menyediakan mesin EDC di toko milik masing-masing. Setelah mengajukan ke Bank Permata, US dan ED kemudian menyediakan permintaan Ric. Permintaan lain adalah dibuat rekening atas nama pemilik toko tersebut.

Setelah mesin EDC dan rekening dibuat, ada transaksi melalui kartu debit dan kartu kredit yang tercatat di Bank Permata sehingga harus dibayarkan ke rekening pemilik toko. Namun, dalam transaksi itu tidak ada slip yang keluar di mesin EDC yang ada di toko keduanya. Transaksi itu pun dinilai fiktif karena tidak pernah ada di toko US dan ED.








Vera melanjutkan, setelah uang masuk rekening, Ric menelepon US dan ED untuk segera meneruskan mentransfer ke rekening milik Ric. Uang itu kemudian dibagi dua, Ric mendapat porsi 85 persen, sedangkan US sebesar 15 persen. Sedangkan pembagian dengan ED, komposisinya Ric mendapatkan persentase 95 persen. "Saya dapat lima persen," kata Ed dalam persidangan.

Yang mengagetkan, transaksi itu sangat fantastis nilainya. US dalam waktu dua minggu bisa mendapatkan Rp 1,2 miliar. Sedangkan di toko ED transaksi fiktif itu mencapai Rp 676 juta.

Anehnya lagi, transaksi murni mereka sendiri tidak sebesar itu. Ed mengaku penghasilan per hari paling tinggi Rp 1 juta. JPU Vera Kermit akan menuntut US dan ED dalam dua pekan ke depan. Sidang pun ditunda dan akan diteruskan pada 11 Oktober 2010.

Sementara itu, pengacara US, Agus Sukarda menyatakan, kliennya menilai ada keteledoran dalam mengawasi penggunaan mesin EDC. Menurutnya, kliennya sudah menggunakan mesin itu dalam waktu 1,5 tahun. Selama masa itu, tidak ada pengontrolan dari pihak bank. "Mestinya ketika ada yang janggal bisa dikonfirmasi kepada klien saya," kata Agus.

Ia menyatakan, saat memasang mesin EDC tersebut ada perjanjian akan adanya pengontrolan. Namun, pengontrolan itu sama sekali tidak pernah dilakukan. (B.83)
Original source :
http://www.klikgalamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100928030909&idkolom=beritautama

STUXNET Worm di tahun 2010


Indonesia tercatat menjadi negara tertinggi kedua yang di dunia yang terinfeksi Stuxnet, malware (malicious software) alias program jahat jenis worm yang tengah merajalela di dunia saat ini. Demikian hasil analisis Kaspersky Lab, pengembang solusi keamanan terkemuka yang berpusat di Rusia.









Stuxnet, sebuah worm komputer Windows spesifik pertama kali ditemukan pada bulan Juni 2010 oleh sebuah perusahaan keamanan yang berasal dari Belarus. Worm ini menjadi terkenal karena merupakan worm pertama yang memata-matai dan memprogram ulang sistem industri. Belakangan ini, serangan worm Stuxnet telah menimbulkan banyak spekulasi dan diskusi mengenai maksud dan tujuan, asal, dan – yang terpenting - identitas dari penyerang dan targetnya.

Kaspersky Lab belum melihat cukup bukti untuk mengidentifikasi penyerang atau targetnya, tetapi Kaspersky dapat mengkonfirmasikan bahwa ini adalah satu-satunya serangan malware canggih yang didukung dengan biaya besar, tim penyerang dengan keahlian tinggi dan pengetahuan teknologi SCADA yang baik.


"Serangan-serangan ini dapat digunakan sebagai alat untuk perang dunia maya atau terorisme dunia maya atau sabotase dunia maya yang bergantung pada sumber serangan dan targetnya. Sejauh ini apa yang telah kita lihat mengenai Stuxnet lebih cenderung digunakan sebagai alat untuk melakukan sabotase. Kaspersky Lab tidak dalam posisi untuk mengomentari sisi politik dari serangan ini," ujar Eugene Kaspersky, Co-founder and Chief Executive Officer of Kaspersky Lab dalam rilis persnya akhir pekan lalu.




Berdasarkan geografis penyebaran Stuxnet; Iran, India dan Indonesia memimpin dalam hal infeksi sejauh ini. Namun, epidemi Stuxnet (seperti epidemi lainnya) tidak statis; worm ini secara terus menerus menyebar, dan sementara beberapa sistem tetap terinfeksi, banyak dari sistem tersebut telah dibersihkan. Negara yang paling rentan serangan ini adalah India dengan jumlah serangan mencapai 86.258 unit komputer. Indonesia di pisisi kedua dengan korban34.138 komputer.

Tujuan utama worm ini adalah untuk mengakses Simatic WinCC SCADA, yang digunakan sebagai sistem pengendali industri dan bertugas untuk mengawasi dan mengendalikan industri, infrastruktur, atau proses-proses berbasis fasilitas. Sistem serupa digunakan secara luas pada pengilangan minyak, pembangkit tenaga listrik, sistem komunikasi yang besar, bandar udara, perkapalan, dan bahkan instalasi militer secara global.

Pengetahuan mendalam tentang teknologi SCADA, kecanggihan serangan yang berlapis-lapis, penggunaan beberapa kerentanan zero-day dan sertifikat yang sah membawa kita kepada pemahaman bahwa Stuxnet diciptakan oleh tim yang terdiri dari para profesional dengan keahlian yang sangat terampil dan memiliki sumber daya dan dukungan finansial yang besar.
Target serangan dan wilayah yang dijangkiti oleh worm ini (terutama Iran) menyiratkan bahwa mereka bukanlah kelompok penjahat dunia maya biasa. Lebih jauh lagi, ahli keamanan Kaspersky yang menganalisa kode worm tersebut menegaskan bahwa tujuan utama Stuxnet bukan untuk memata-matai sistem yang terinfeksi tetapi untuk melakukan sabotase.




Para peneliti di Kaspersky Lab menemukan bahwa worm tersebut mengeksploitasi dua dari empat kerentanan zero-day yang telah dilaporkan langsung kepada Microsoft. Analis Kaspersky telah bekerja sama dengan Microsoft untuk memastikan kelancaran dari peluncuran patch, serta memastikan pelanggan terlindungi dan memperoleh informasi mengenai serangan tersebut. Semua produk Kaspersky Lab telah berhasil mendeteksi dan menetralisir Worm.Win32.Stuxnet.

Referensi:
news.google


Arsip Blog