berbagi-itu-indah-dan-menyenangkan

19 Desember, 2010

Serangan ke visa.com


Sekelompok hacker yang sering disebut sebagai Anonymous sudah mulai menjalankan aksi mereka pada Visa.com dalam perang baru-baru ini terhadap situs-situs yang sudah menolak pelayanan kepada WikiLeaks.

Target yang terkait dengan WikiLeaks sebelumnya dari apa yang dijuluki "Operation Payback" termasuk bank PostFinance Swiss (situsnya masih down sampai sekarang), yang telah menutup rekening pendiri WikiLeaks Julian Assange, PayPal (Anonymous meng-hack blog paypal, tapi sekarang sudah kembali operasional) dan Mastercard (sekarang sudah diperbaiki dan berjalan - setidaknya di beberapa browser).

Dan sekarang situs Visa.com masih down dan belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak visa.com kapan situs resmi mereka ini akan kembali beroperasional.


PandaLabs memberikan kita keterangan dengan di bawah ini ringkasan aktivitas oleh Payback Operasi seperti yang kami kutip dari situs mashable.com:

*Setelah menarik steker pada pembayaran kepada WikiLeaks, situs Mastercard di-hack dan hingga kini masih belum bisa beroperasional.
*Website Senator Joe Lieberman di-hack selama 12 menit (yang berarti situs pertama pemerintah yang diserang).
*Website Sarah Palin dibuat offline oleh sekelompok kecil penyerang Anonymous.
*Kelompok Anonymous ini mengirim faks spam ke kantor Joe Lieberman dan untuk PostFinance.
*PostFinance yang paling parah diserang, menjadikan pelanggan mereka tidak bisa melakukan online banking.
*Mereka juga menyerang website dari pengacara yang mewakili dua wanita yang diduga diperkosa / diserang oleh pendiri WikiLeaks Julian Assange.
*Kelompok ini juga menyerang website jaksa Swedia yang memperkarakan Julian Assenge.

Kenapa password mudah ditebak


Setelah melakukan penelitian yang tak butuh waktu lama, Gawker mengatakan bahwa pengguna internet sudah melek teknologi. Namun mereka justru terlalu ceroboh dalam menjaga kerahasiaan password-nya sendiri.

Seperti dikutip dari Telegraph, temuan ini muncul setelah Gawker menganalisa sekitar 200 ribu password yang diduga telah dicuri. Hasil penelitian ini merupakan kerja sama dengan perusahaan keamanan Sophos. Terungkap, banyak pengguna internet memilih password yang mudah ditebak.


Mereka umumnya memilih ‘123456’ dan kata ‘password’ itu sendiri. Selain itu, Sophos juga menemukan pengguna internet menggunakan password yang sama pada tiap situs yang dikunjunginya.

Menurut periset Sophos Graham Cluley, sekitar sepertiga pengguna internet menggunakan password yang sama pada setiap website yang dikunjungi. Karenanya, Cluley menganjurkan agar pengguna internet lebih memperhatikan keamanan password dengan menggunakan pola berbeda pada setiap website.

Cluley menyarankan pengguna internet menggunakan software manajemen password, untuk melacak history pengguna saat login. Situs game sosial RockYou dan layanan email Hotmail juga menyatakan kebanyakan password yang digunakan penggunanya adalah ‘123456’ dan ‘iloveyou’

Baru-baru ini Dua hacker Jerman berhasil mengakses komputer milik lebih dari 50 artis pop terkemuka, termasuk Justin Timberlake dan Lady Gaga. Mereka berupaya mencuri lagu-lagu yang belum dirilis dan mengirimkan ancaman berbau pemerasan.

Pasangan hacker tersebut, menurut kepolisian Jerman, menggunakan program sederhana berupa trojan yang dapat menerobos masuk ke jaringan komputer pribadi. Mereka kemudian mencuri ratusan dokumen termasuk musik, kartu kredit, email dan foto.

Menurut pihak berwajib, dua hacker ini berusaha memeras Kesha, meski penyanyi papan atas AS berusia 24 tahun itu tidak memberikan uang yang diminta. Caranya, mereka mengancam akan menyebarkan foto artis tersebut yang sedang tak berbusana dan beradegan intim.

Bangga dengan keberhasilan yang diraih, kedua pelaku kemudian menyombongkan diri di forum dan menyatakan berhasil melakukan hacking terhadap selebritis papan atas.

“Pada dasarnya, kasus ini merupakan penerobosan dan publikasi ilegal serta memata-matai menggunakan Trojan,” kata Rolf Haferkamp, jaksa penuntut, seperti dikutip dari Independent, 3 Desember 2010. “Tidak ada yang spesial dari sisi metode yang digunakan. Hanya membutuhkan sedikit pengetahuan dan ketekunan untuk berhasil melakukan kriminal seperti ini,” ucapnya.


Tuduhan kejahatan ini terungkap setelah penggemar Kelly Clarkson mengabari penyanyi asal AS, seputar lagu-lagunya yang belum dirilis namun sudah tersedia di Internet. Ia kemudian menginformasikan pada polisi dan mendorong penyelidikan yang melibatkan FBI dan German Federal Police Service.

Meski dua hacker tersebut – satu berusia 17 tahun dari Duisburg dan seorang lagi berusia 23 tahun asal Wessel – belum dihukum, sejumlah laporan menyebutkan bahwa mereka telah mengakui perbuatannya pada polisi.

Sven Kilthau-Lander, Director of Public Relations di Jerman yang bertanggungjawab atas publikasi artis seperti Lady Gaga dan Rihanna menyebutkan, kejadian ini merupakan hal yang sangat menakutkan. “Kini tidak ada yang bisa merasa aman di manapun ia berada,” ucapnya.

Kilthau-Lander juga menyebutkan, akibat hacking tersebut, sejumlah penyanyi memajukan jadwal peluncuran album musik mereka.

Arsip Blog